Larangan judi dari aspek sosial ekonomi. Judi tidak boleh dilakukan karena ada larangan dari sisi negara maupun agama. Mari kita tarik ke belakang perjalanan langkah sebuah hukum diberlakukan. Hukum dibuat untuk melindungi dan mengatur kehidupan manusia. Hukum dibuat atas pengalaman empiris manusia dan dirumuskan berdasarkan fenomena-fenoma yang sudah terjadi.

Artinya laju hukum selalu mengikuti fenomena manusia itu sendiri. Hukum lahir dari rahim ketimpangan atau ketidakadilan atau potensi-potensi merugikan lainnya. Anggapan bahwa judi merugikan manusia maka manusia dilarang untuk memainkannya. Setidaknya bagi kaum muslim dan bagi penduduk Indonesia. Karena dialrang oleh agama dan negara maka sebaiknya kita menghindari hal tersebut.

Sesuatu yang dilarang tentu memiliki alasan yang kuat dan mendasar efeknya terhadap kehidupan manusia. Aspek sosial ekonomi merupakan aspek yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia sehari-hari. Jadi kami akan mengulas mengenai larangan judi dari aspek sosial ekonomi. Baca ulasannya di bawah ini.

Menjadi Konsumtif

Para pemain judi cenderung konsumtif. Merasa uang dapat didapat dengan mudah sehingga menganggap bahwa ia dapat menghabiskan uang yang dipunyainya seenaknya. Terlebih jika kegemaran bermain judi dimiliki olehia yang sudah berkeluarga. Orang yang sudah berkeluarga dan gemar bermain judi tentu akan berakibat pada terguncangnya manajemen keuangan di dalam keluarga itu sendiri.

Larangan judi dari aspek sosial ekonomi yang satu ini paling memberi dampak secara ekonomi. Suatu aktifitas yang sudah mengganggu keuangan keluarga pasti besar kerugiannya terutama bagi istri dan anaknya. Bayangkan seorang ayah yang seharusnya menafkahi keluarga dengan rezeki yang baik dan dicari dengan cara yang baik justru bertindak sebaliknya.

Hal ini jelas akan merugikan keluarganya sendiri. Tidak hanya merugikan dirinya sendiri melainkan juga merugikan orang yang seharusnya dikasihi dan diprioritaskan dalam hidupnya. Pemain judi cenderung menanggalkan hal-hal penting dan esensial dalam hidupnya kemudian menaruh bermain judi pada prioritas tertinggi. Menganggapnya sebagai kebutuhan primer.

Jelas sekali jika judi agen dominoqq dilarang bukan? Sebab hanya ditinjau dari aspek ekonomi tiap-tiap pemain judi saja sudah sangat merugikan. Belum lagi bergesernya aliran keuangan yang seharusnya dapat dialokasikan untuk kesehatan atau pendidikan anak misalnya justru harus digunakan untuk modal berjudi. Larangan judi dari aspek sosial ekonomi salah satunya adalah menjadi konsumtif.

Jadi bagi Anda yang belum mencobanya, sebaiknya hindari perjudian sebelum dampak buruk menimpa Anda dan sukar untuk menghentikannya. Penyesalan setelah banyak merugikan banyak orang tak ada gunanya lagi. Sebelum penyesalan menjadi teman sehari-hari dimohon untuk menjauhi segala aktifitas perjudian.

Pemalas

Larangan judi dari aspek sosial ekonomi selanjutnya adalah membentuk seseorang menjadi pemalas. Orang yang kerap berjudi cenderung tidak suka bekerja keras. Dalam pikirannya sudah terpatri bahwa uang bisa ia dapatkan dengan mudah dengan berjudi. Hal itu membuat waktu dan pikirannya habis untuk memikirkan bagaimana memenangkan permainan judi.

Jika kalah maka ia akan mencari solusi pada penyelesaian-penyelesaian instan dan cepat. Apa saja yang cepat menghasilkan uang akan ia pilih sebagai solusi terbaik. Ia tidak peduli apakah hal itu mengganggu orang lain, merugikan orang lain, atau merugikan keluarganya sendiri. Pikirannya sudah digelapkan oleh keinginannya untuk bermain judi. Sehingga fokusnya hanya untuk mencari uang sehingga ia bisa berjudi kembali.

Tidak Disenangi Orang

Larangan judi dari aspek sosial ekonomi selanjutnya adalah tidak disenangi orang, khususnya lingkungan terdekatnya. Pemain judi cenderung apatis terhadap kondisi lingkungannya. Pemain judi hanya fokus pada circle-nya, yakni para pemain judi juga. Jadi jika ada kegiatan seperti kerja bakti, bakti sosial, dan sebagainya di sekitar tempatnya tinggal ia cenderung tak peduli.

Orang-orang yang berperilaku demikian tentu akan tidak disenangi oleh orang lain karena perilakunya yang tidak konstruktif membangun kebaikan. Belum lagi jika ia sudah pada tahap tindak kriminal. Dalam arti ia bisa saja berubah menjadi pencuri jika ia kehabisan modal untuk bermain judi. Hal ini sudah banyak terjadi di tengah masyarakat.

Merugikan Orang Lain

Larangan judi dari aspek sosial ekonomi lainnya adalah merugikan orang lain. Poin satu ini sangat erat kaitannya dengan ketidaksukaan orang terhadap pemain judi. Jika dengan bermain judi justru malah membuat kita merugikan orang lain maka lebih baik dihindari. Dampak tersebut tidak akan dirasakan secara langsung tentunya. Dampak ini akan terasa setelah dilakukan sekian lama.

Ilustrasinya begini, dalam bermain judi tak selalu kita mengalami kemenangan bahkan cenderung potensi untuk kalah lebih besar. Kekalahan tentu berimplikasi pada habisnya modal. Modal yang habis akan membuat otak kita berpikir untuk bagaimana mendapatkan modal judi dengan cepat. Disinilah mulai potensi untuk merugikan orang lain muncul.

Timbul hasrat ingin mendapatkan modal cepat dengan mengambil atau menjual apapun yang ada disekitarnya meskipun hal itu bukan haknya. Jika sudah demikian maka baru terasa bahwa perbuatan judi memang sangat merugikan diri sendiri dan lingkungan. Begitulah tinjauanLarangan judi dari aspek sosial ekonomi.

Tidak Berkah

Kita tidak perlu bicara soal kekalahan dalam berjudi pada poin satu ini. Mari kita bayangkan bahwa kita menang dalam berjudi. Jikalau kita menang apakah rezeki yang kita dapatkan tersebut mengandung berkah pada sesama? Apakah pantas uang hasil judi akan dipakai untuk menafkahi keluarga? Kami rasa Anda sudah memiliki jawabannya sendiri dalam diri Anda.

Tidak heran jika perjudian dilarang oleh agama dan negara. Kita dapat lihat bersama dampak-dampak negatif dari judi. Larangan judi dari aspek sosial ekonomi sangat jelas menampilkan wajah buruk perjudian. Sebisa mungkin mari kita jauhi perjudian demi kenyamanan bersama.

Write Your Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

Categories

Meta